teori yang menyatakan bahwa bumi ini berbentuk bulat serta berputar mengelilingi sumbunya, beserta planet lainnya beredar mengelilingi matahari
teori linguistik generatif yang menganggap bahwa setiap nomina mempunyai kasus abstrak pada struktur batin dan kemudian diwujudkan dengan bentuk morfologis tertentu pada struktur lahir; teori linguistik yang menggunakan peran relasional semantis sebagai konsep dasar, misal pelaku, penderita
sistem komunikasi massa yang menekankan kebebasan media dari kontrol pemerintah walaupun dengan beberapa pembatasan atau aturan
sistem komunikasi massa dengan ketentuan bahwa media tunduk kepada negara dan dilarang menyatakan kritik berat, baik kepada pemerintah maupun kepada para pejabatnya
teori yang beranggapan bahwa bahasa diumpamakan sebagai ruang dan semua afiks, kasus, dan preposisi pada asasnya adalah penanda tempat
teori tentang gerak perpindahan bangsa yang berdasarkan pengelompokan bahasa dan distribusi geografis bahasa
teori yang menyatakan bahwa semua bahasa di dunia berasal dari satu bahasa induk
teori linguistik yang menyatakan bahwa ujaran manusia itu berasal dari tiruan bunyi binatang dan alam; kata yang dibentuk berdasarkan tiruan bunyi
aliran pemikiran yang berusaha menjelaskan ciri dan cara bekerja suatu perkumpulan untuk mencapai tujuan yang luas dan rumit
teori dalam belajar yang berpandangan bahwa keseluruhan lebih berarti daripada sebagian
teori yang menyatakan bahwa bahasa-bahasa dunia tumbuh dari berbagai sumber dan tidak dari satu bahasa induk
teori yang mementingkan tanggapan pembaca terhadap karya sastra, misal tanggapan umum yang mungkin berubah-ubah yang bersifat penafsiran dan penilaian terhadap karya sastra yang terbit dalam rentang waktu tertentu
sumber primer yang menghasilkan teori, penjelasan dengan menjawab pertanyaan 'mengapa' dari peristiwa dan hasil-hasil sejarah
ajaran dan pengetahuan kebatinan (semacam falsafah atau tasawuf) yang sebagian besar berdasarkan ajaran agama Buddha dan Hindu
berdasarkan teosofi; menurut teosofi
contoh; teladan
dapat merasakan (menjaga) perasaan (beban pikiran) orang lain sehingga tidak menyinggung perasaan atau dapat meringankan beban orang lain; tenggang rasa; toleransi: kita harus mempunyai rasa tepa salira terhadap sesuatu yang dirasakan dan diderita orang lain
tepuk; pukul; tepukan (gendang); pukulan (gendang)
betul atau lurus (arah, jurusan); berbetulan benar; kena benar (pada sasaran, tujuan, maksud, dan sebagainya.); tidak ada selisih sedikit pun; tidak kurang dan tidak lebih; persis; betul atau cocok (tentang dugaan, ramalan, dan sebagainya.); jitu (tentang tindakan, aturan, kritik, dan sebagainya.); betul atau mengena tentang perkataan, jawaban, dan sebagainya
daya guna
orang atau tempat yang didatangi (untuk menumpang, bermalam, dan sebagainya); orang sebagai tempat meminta pertolongan, perlindungan, dan sebagainya; tempat orang-orang datang (berkumpul)
kekasih
nama pangkat dalam adat Minangkabau; penghulu kepala
orang (sesuatu) yang diperhatikan
siput laut yang dapat dimakan
selempeng (tembakau dan sebagainya.); sesuatu yang melekat atau menempel (seperti tanah liat, lumpur, dan kapur)
sejenis burung
perhiasan pengantin yang diikatkan pada kepala
telah diperbuat (dilakukan, dikerjakan)
(paling) dipercaya; dapat dipercaya
Kamus Bahasa Indonesia berisi daftar kata bahasa Indonesia lengkap dengan kelas kata, arti, dan contoh pemakaiannya.
Total 67.550 kata. Sumber data: Wiktionary bahasa Indonesia (CC BY-SA).